Jumat, 23 September 2011

PARADIGMA KEPERAWATAN


Definisi

Paradigma keperawatan merupakan suatu cara pandang dari profesi keperawatan untuk melihat suatu kondisi dan fenomena yang terkait secara langsung dengan aktifitas yang terjadi dalam profesi tersebut.
Sesuai hasil konsorsium keperawatan disepakati definisi dari masing-masing fenomena seperti tersebut di atas, adalah :


1. Manusia

Adalah penerima askep terdiri dari individu, keluarga, kelompok & masyarakat. Manusia sebagai makhluk bio-psiko-sosio kultural dan spiritual yang utuh dan unik, mandiri, dinamis, rasional dan berkemampuan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, agar dapat bertahan hidup dan berkembang. Manusia berinteraksi dengan lingkungan.

Sebagai sistem terbuka sepanjang siklus kehidupan mulai dari konsepsi, masa kanak-kanak, remaja, dewasa dan lanjut usia dalam lingkungan keluarga, kelompok dan komunitas. Manusia menggunakan persepsinya dalam proses interaksi dengan lingkungan, sebagai makhluk yang mandiri, dinamis, rasional dan mampu beradaptasi.

Manusia dengan pengalamannya membuat keputusan yang rasional dan berupaya menolong dirinya sendiri dan orang lain dengan bertindak mandiri untuk memenuhi kebutuhannya melalui belajar, menggali serta menggerakkan semua sumber yang tersedia dan terjangkau untuk mencapai keadaan sehat dan sejahtera seoptimal mungkin.

Manusia memperoleh pengalaman baru melalui interaksinya dengan lingkungan dan membentuk suatu pola tumbuh kembang yang unik, serta dengan pengalamannya sendiri sepanjang siklus kehidupan, manusia membentuk pola berfikir, keyakinan dan perilaku berupa nilai dan budaya.
2. Lingkungan

Mencakup benda hidup dan benda mati yang terdapat di sekitar manusia. Komponen internal seperti : faktor genetik, struktur anatomis, fisiologis, psikologis, nilai, keyakinan serta faktor internal lain yang potensial mempengaruhi perubahan sistem manusia. Faktor eksternal terdiri dari : keadaan fisik, demografis, ekologis, hubungan interpersonal dan nilai sosial budaya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, serta faktor eksternal lain yang potensial mempengaruhi perubahan pada sistem manusia.

Perawat memberikan perhatian khusus pada hubungan interpersonal manusia, karena memandang manusia sebagai makhluk sosial. Unit sosial terdiri dari keluarga, kelompok dan komunitas. Pada tiap unit sosial individu membawa sifatnya yang unit dan secara bersamaan juga berbagi tujuan, nilai dan budaya dalam tiap interaksi yang dilakukan.


3. Kesehatan

Merupakan suatu keadaan yang bukan hanya bebas dari penyakit dan dapat mempertahankan fungsi pada tingkat minimal yang adekuat, tetapi merupakan suatu keadaan sehat purna secara fisik, mental dan sosial spiritual yang merupakan fungsi manusia secara utuh, terintegrasi dan bersifat dinamis sehingga mampu hidup produktif secara ekonomi dan sosial.

Sehat dipandang sebagai suatu keadaan seimbang bio-psiko-sosio-spiritual yang dinamis dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya dan memungkinkan manusia melakukan asuhan mandiri dan berfungsi secara optimal untuk berperan dalam keluarga, kelompok dan komunitas.



Perawat juga meyakini bahwa keadaan sehat dan sakit merupakan suatu rentang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor individual yang meliputi genetik dan keturunan, kemampuan, pengalaman hidup dan interaksi dengan faktor-faktor sosial, lingkungan serta perubahan.

Sehat ditentukan oleh kemampuan individu, keluarga, kelompok atau komunitas untuk membuat tujuan yang realistik dan berarti, serta kemampuan untuk menggerakkan energi dan sumber untuk mencapai tujuan tersebut secara efisien. Sehat harus dilihat dari berbagai tingkat, individu, keluarga, komunitas dan masyarakat.

Sehat yang optimum adalah suatu keadaan dimana individu dapat meningkatkan kemampuan dan potensinya untuk mencapai keadaan sejahtera bio-psiko-sosio dan spiritual.

Konsep Sehat Sakit

Berdasarkan konsep sehat sakit tersebut, maka paradigma keperaatan dalam onsep sehat sakit memandang bahwa bentuk pelayanan keperawatan yang akan diberikn selama rentang sehat sakit, akan melihat terlebih dahulu setatus keseatan dalam rentang sehat sakit tersebut, apakah statusnya dalam keadan setengah sakit, sakit, atau sakit kronis, sehngga akan dikethui tingkatan asuhan keperawatanyang diberikan serta tujuan yang ingin diharapkan dalam meningkatkan status kesehatan.

• Rentang Sehat

Rentang ini diawali dari status kesehatan normal, sehat sekali dan sejahtera. Dikatan sehat bukan berarti bebas dari penyakit, akan tetapi jua meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspe fisik, emosi, sosia dan spiritual.

Faktor yang mempengaruhi status kesehatan:


1. Perkembangan

Status kesehatan dapat dipengaruhi oleh faktor perkembangan yang mempunyai arti bahwa perubahan status kesehatan dapat ditentukan oleh faktor usia dalam hal ini adalah pertumbuhan dan perkembangan.

2. Sosial Kultural

Sosial kultural dapat juga mempengaruhi proses perubahan status kesehatan seseorang karena akan mempengaruhi pemikiran atau keyakinan sehingga dapat menimbulkan perubahan dalam perilaku keehatan.
3. Pengalaman Masa Lalu

Pengalaman masa lalu dapat mempengaruhi perobahan status kesehatan hal ni dapat diketahui jika ada pengalaman kesehatan yang tidak diinginkan atau pengalaman kesehatan yang buruk sehingga berdampak besar pada status kesehatan selanjutnya.

4. Harapan Seseorang Tentang Dirinya

Harapan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam meningkatkan perubahan status kesehatan ke arah ang optimal
.
5. Keturunan

Keturunan juga mempengaruhi terhadap status kesehatan seseorang mengingat potensi perubahan status kesehatan telah dimiliki melalui faktor genetik, walaupun tidak terlalu besar tetapi akan mempengaruhi respon terhadap berbagai penyakit.

6. Lingkungan

Lingkungan yang dimakasud adalah lingkingan fisik seperti sanitasi lingkungan, kebersihan diri, tempat pembuangan ai limbah atau kooran serta rumah yang kurang memenuhi persyaraan kesehatan sehingga dapat mempengaruhi perilaku hidup sehat yang dapat merubah status kesehatan. 

7. Pelayanan

Pelayanan kesehatan dapat berupa tempat pelayanan atau sistem pelayanan yang dapat mempengaruhi status kesehatan.



• Rentang Sakit

Rentang sakit merupakan rangkaian dalam onep sehat sakit. Entang ini dimulai dari keadaan setengah sakit, sakit, sakit kronis dan kematian. Sakit pada dasarnya merupakan keadaan terganggunya seseorang dalam proses tumbuh kembang fungsi tubuh secara keseluruhan atau sebagian, serta terganggunya proses penyeuaian diri manusia.

Tahap Roses Sakit

1. Tahap Gejala

Tahap ini merpakan tahap awal seseorang mengalami proses sakit dengan ditanda adanya perasaan tidak nyaman terhadap dirinya sendiri karena timbulnya suatu gejala yang dapat meliputi gejala fisik.




2. Tahap Asumsi Terhada Sakit

Pada tahap ini seseorang akan melakukan interpretasi terhadap sakit yang dialaminya dan akan merasakan keragu-raguan pada kelainan atau gangguan yang dirasakan pada tubuh.

3. Tahap Kompak dengan Pelayanan Kesehatan

Tahap ini seseorang telah melakukan hubungan dengan pelayanan kesehatan dengan meminta nasehat dari profesi kesehatan seperti dokter, perawat atau lainnya yang dilakukan atas inisiatif dirinya sendiri.

4. Tahap Ketergantungan 

Tahap ini terjadi setelah seseorang dianggap mengalami suatu penyakit yang tentunya akan mendapatkan bantuan pengobatan sehingga kondisi seseorang sudah mulai ketergantungan dalam pengobatan akan tetapi tidak semua orang mempunyai tingkat ketergantungan yang sama melainkan berbeda berdasarkan tingkat kebutuhannya.

5. Tahap Penyembuhan 

Tahap ini merupkan tahap terakhir menuju proses kembalinya kemampuan untuk beradaptasi, di mana seseorang akan melakukan proses belajar untuk melepaskan perannya selama sakit dan kembali berperan seperti sebelum sakit.

 Dampak Sakit

1. Terjadi perubahan peran di keluarga

2. Terjadi gangguan psikologis

3. Masalah keuangan

4. Kesepian akibat perpisahan

5. Terjadnya perubaha kebiasaan social

6. Terganggunya privasi seseorang

7. Otonomi

8. Terjadi perubahan gaya hidup

 
Perilaku Pada Orang yang sakit

1. Adanya perasaan ketakutan

Perilaku ini dapat terjadi pada semua orangdengan ditandai adanya perasaan takut sebagai dampak dari sakit.

2. Menarik diri

Pada orang yang sakit akan selalu mengalami proses kecemasan. Tingkat kecemasan yang dialamiseseorang pun akan berbeda. Untuk mengurangi kecemasan, maka seseorang akan berperilaku menarik diri seperti diam jika tidak diberi pertanyaan.hal tersebut sebagai bentuk upaya menghindari cemas.

3. Egosentris

Perilaku ini dapat terjadi pada orang sakit yang ditunjukan dengan banyak mempersoalkan diri sendiri dan tidak mau mendengarkan perasaan orang lainatau memikirkan orang lain. Perilaku ini juga ditunjukkan dengan selalu ingin bercerita tentang penyakitnya.


4. Sensitif teradap persoalan kecil

Pada orang sakit perubahan perilaku ini biasaanya selalu ditimbulkan dengan selalu mempersoalkan hal-hal yang kecil sebagai dampak terganggunya psikologis seperti selalu mengomel jika keadaan tersebut tidak sesuain dengan dirinya.

5. Reaksi emosional tinggi

Perilaku ini dapt ditunjukan dari sseorang yang mengalami sakit dengan mudah menangis, marah serta tuntutan perhatian yang lebih dari sekitarnya.

6. Perubahan persepsi

Terjadi perubahan persepsi selama sakit ini dapat ditunjukkan dengan timbulnya persepsi bahwa dokter dan perawat adalah orang yang dapt membantu menyembuhkannya sehingga menaruh harapan sanga besar pada dokter dan perawat tersebut.


4. Intervensi Keperawatan

Merupakan suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosiokultural-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan komunitas, baik sakit maupun sehat serta mencakup seluruh siklus hidup manusia.

Keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan atau mental, keterbatasan pengetahuan serta kurangnya kemauan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara mandiri. Bantuan juga ditujukan kepada penyediaan pelayanan kesehatan utama dalam upaya mengadakan perbaikan sistem pelayanan kesehatan sehingga memungkinkan setiap orang mencapai hidup sehat dan produktif.

0 komentar:

Poskan Komentar

Newer Posts Older Posts